Susahnya Mau Daftar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

logo-stan1Beberapa hari ini aku seringkali pergi ke warnet, selain untuk urusan diri sendiri, kepergianku ke warnet juga untuk menemani adikku. Saat ini adikku tengah diburu waktu untuk melakukan proses pendaftaran ujian seleksi masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Lulus dari bangku SMA, adikku kini disibukan dalam mencari sekolah/universitas yang akan menjadi tempat belajar selanjutnya. Sebenarnya saat ini adikku sudah mendapatkan tempat belajar berikutnya yakni di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan mengambil jurusan pendidikan dokter, namun jurusan tersebut tidaklah membuat adik dan orang tuaku (terutama bapak) berpuas diri. Pendidikan dokter dijadikan pilihan kedua dan menjadikan belajar di STAN sebagai pilihan utamanya. Maka, disaat kini pilihan kedua telah berhasil diraih, selanjutnya konsentrasi lebih tertuju ke pilihan pertama yakni ujian seleksi masuk STAN. Sebenarnya saat ini adikku hanya tinggal menunggu tanggal 8 Agustus 2009 saja untuk memulai kuliah perdananya di UII Yogyakarta, itu berarti pula bahwa segala uang angsuran/cicilan administrasi masuk pendidikan dokter UII telah terbayarkan sebesar lebih dari 28 juta rupiah. Seandainya saja di kemudian hari adikku dinyatakan diterima di STAN (pengumuman tanggal 1 September 2009), maka adikku harus rela meninggalkan jabatannya sebagai mahasiswa kedokteran UII dan mengikhlaskan uang tunai lebih dari 28 juta tersebut berada di kampus UII tanpa bisa diminta kembali.

Seharusnya aku tidak boleh terburu-buru membayangkan bahwa adikku akan diterima di STAN, namun sebaiknya aku memikirkan cara jitu agar adikku bisa segera mendapaftar online sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian seleksi masuk STAN. Pendaftaran online? Ya pendaftaran online, mungkin dari panitia STAN bermaksud menggunakan cara online untuk bisa mempercepat proses pendaftaran, tapi apa yang terjadi di lapangan? Cara pendaftaran online malah menjadi hal yang mempersulit para lulusan SMA untuk mendaftar di STAN dan itu juga dialami oleh adikku beberapa hari ini. Sudah beberapa hari ini adikku keluar masuk ke sebuah warnet hanya untuk melakukan pendaftaran online ujian seleksi masuk STAN, tapi tetap saja gagal mendaftar karena halaman form di situs pendaftaran tidak bisa dibuka! Aneh memang, ditunggu-tunggu hingga berjam-jam, halaman form online tersebut sangat sulit dibuka. Kalaupun sudah terbuka dan telah terisi data-data pendaftar, pasti akan terjadi error ketika akan menge-save input data tersebut. Apa cara seperti itu yang disebut dengan mempermudah pendaftaran?

Bagi ujian seleksi masuk (USM) STAN, pendaftaran online kali ini menjadi pendaftaran online yang pertama kalinya karena di tahun-tahun sebelumnya pendaftaran USM STAN dilakukan secara manual. Lantas apa yang menyebabkan sulitnya mendaftar online di situs www.usm.stan.ac.id? Aku sendiri juga seorang awam yang kurang tahu tentang ilmu sebuah website, tapi analisaku mengatakan bahwa sulitnya halaman situs online terbuka karena sangat banyaknya orang yang membuka satu situs/website tersebut dalam waktu yang bersamaan. Bayangkan saja, pendaftar USM STAN adalah mereka yang tersebar dari penjuru tanah air, sebuat saja se-Indonesia. Jika orang se-Indonesia secara waktu bersamaan mengakses situs/website yang sama, maka menurutku akan terjadi sedikit gangguan atau trouble pada situs/website tersebut, ya semisal website terasa berat dan semakin sulit dibuka.

Kemarin saja aku mesti mengantar dan menemani adikku pergi ke sebuah warung internet sebanyak 3 kali untuk mendaftar USM STAN. Menjelang sore, di warnet yang pertama adikku berusaha mendaftar. Meski akses internet lumayan lambat, tapi adikku telah berhasil membuka halaman situs/websitenya dan telah menginput data-data dirinya. Tapi sia-sia saja usahanya karena sewaktu input data tersebut akan dikirim ke server, ternyata halaman situs/website menjadi error. Hingga satu jam berlalu, halaman situs/website tersebut masih terus error dan tidak bida digunakan untuk mendaftar USM STAN.

hoky net

Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke warnet lain yang koneksi akses internetnya lebih cepat yakni di warnet langganan kami, Hoky Net. Berada di dalam warnet kedua, adikku langsung berusaha membuka halaman pendaftaran (www.usm.stan.ac.id), tapi ternyata hasilnya masih sama dengan di warnet pertamanya yakni halaman pendaftaran error. Dari kejadian itu, kami pun memutuskan untuk memilih pulang saja dan tidak mau menunggu lama-lama di dalam warnet. Sekitar 15 menit kami berada di warnet kedua (Hoky Net). Aku dan adikku selanjutnya menyusun rencana bahwa kami akan kembali lagi ke warnet pada tengah malam dengan pertimbangan bahwa waktu tengah malam dimungkinkan akan bisa membuka halaman situs/website sedikit lebih cepat karena jumlah pengakses situs/website telah berkurang karena masalah waktu itu tadi (tengah malam). Dan, kami pun benar-benar menjalankan rencana tersebut. Sekitar pukul 12 malam, aku dan adikku pun kembali mendatangi Hoky Net dengan harapan bisa merampungkan pendaftaran dini hari itu juga. Apa yang terjadi? Huhh.. Ternyata sama saja, halaman pendaftaran situs/website masih saja tidak bisa dibuka. Alamat URL pun juga telah diketikkan di kolom browser secara benar, yakni www.usm.stan.ac.id. Semalam, hingga pukul setengah tiga pagi kami mengakhiri rental internet yang berarti sekitar 2,5 jam kami berada di warnet, kami tetap saja gagal mendaftar USM STAN. Perjuangan menahan rasa kantuk ternyata terbalaskan kekecewaan!

Dan siang tadi, sekitar pukul 2 siang kembali aku dan adikku mendatangi Hoky Net dengan maksud melakukan pendaftaran USM STAN. Hasilnya, waktu 2 jam di dalam warnet ternyata tidak membuat kami bahagia karena masih tetap sama bahwa halaman pendaftaran USM STAN tidak bisa dibuka. Kasihan juga adikku yang dalam beberapa hari belakangan ini mondar-mandir keluar masuk warnet agar bisa mendaftar USM STAN malah tersia-siakan perjuangannya. Sebelum hari Kamis (26 Juni 2009) kemarin, adikku dengan ditemani ibuku juga telah lebih dulu mondar-mandir ke warnet untuk melakukan pendaftaran USM STAN tapi hasilnya gagal. Jika dihitung, maka adikku telah keluar masuk warnet untuk urusan pendaftaran USM STAN sebanyak lebih dari 8 kali yang kesemuanya itu menghasilkan kegagalan dalam mendaftar. Huh.. kami semua dibuat jengkel dengan pendaftaran USM STAN.

Meski sampai sekarang adikku masih gagal mendaftar, tapi tidak ada niatan untuk undur diri atau menurunkan semangat mengejar pendaftaran USM STAN. Aku akan selalu setia menemani adikku dalam proses pendaftaran ini, meski kami juga akan mencoba mengakses halaman pendaftaran dari sebua warnet di kota Yogyakarta. Semoga perjuangan adikku di kemudian hari bisa sukses dalam mendaftarnya. Amin.

3 Tanggapan to this post.

  1. bener neh

  2. Posted by Anonim on 6 Juli 2009 at 7:54 PM

    iya..bantuin donk..gimana caranya ne padahal besok hari terakhir…

  3. iya..bantuin donk..gimana caranya ne padahal besok hari terakhir…

Tanggapi posting ini