Pesta Lele Bakar Bersama Para Sahabatku

pesta lele 00

Sepulang dari acara pernikahan Agus Heri Santosa, kami (aku, Ari Khotol, Yetty, Opix, Baryanto, Ndaru dan taufik) langsung kembali menuju ke rumah Ari Khotol. Kami berencana akan berkumpul-kumpul untuk sekedar melepas rindu setelah beberapa bulan lamanya tidak pernah bertemu. Untuk mengisi kegiatan bersama, siang tadi kami memutuskan untuk mancing di kolam ikan milik keluarga dari Ari Khotol. Setelah mengambil 2 buah pancing dan umpan, kami pun menuju ke kolam ikan yang letaknya tidaklah jauh dari rumah Ari. Opix dan Yetty hanya bisa terduduk di tepi kolam sedangkan kami para lelaki nampak berada di tengah kolam dengan bersandarkan pada dua buah bambu yang melintang. Aku sendiri tidaklah terlalu ikut aktif memancing, namun yang aku lakukan hanyalah berfoto-foto dengan menggunakan kamera digital yang aku bawa. Ari Khotol, Ndaru, Baryanto dan Taufik yang malah terlihat menikmati aktifitas memancingnya. Pada kolam yang kami pancing, ikan-ikan yang ada berjenis ikan lele. Sebenarnya ada juga ikan patin, namun Ari Khotol selaku pemilik kolam ikan tidaklah menginjinkan jika ikan jenis patin dipancing. Sekitar 45 menit berlalu kami pun telah berhasil mengumpulkan ikan lele sebanyak satu kantong plastik besar hasil memancing dan menjaring.

pesta lele 01Setelah selesai dengan memancing, kami pun kembali lagi ke rumah Ari Khotol untuk mengolah ikan lele yang kami bawa. Terpaksa kami mengolah ikan lele di depan halaman rumah. Yang kami lakukan pertama kali adalah membuat ikan tersebut mati dengan cara menyembelih dan membersihkan isi perut dari ikan tersebut. Darah pun segera mengalir deras dari ikan-ikan yang telah tersembelih. Tidak ada perasaan jijik ketika aku mengamati seriusnya Ndaru dan Taufik membersihkan semua isi perut dari ikan-ikan lele tersebut. Dengan bantuan air kran yang terus mengalir, kami pun terus membersihkan ikan lele yang telah mati tersebut. Rencananya dari kesemua lele hasil tangkapan tersebut, akan dibagi dua waktu pemasakannya. Siang hari tadi sebagian ikan lele hasil tangkapan akan digoreng di dapur rumah Ari Khotol dan separuhnya lagi akan dibuat menu lele bakar di rumahku pada malam hari. Setengah jam berlalu, ikan-ikan lele pun telah selesai dibersihkan. Saatnya menggoreng ikan lele sebagai menu makan siang hari.

pesta lele 02

Situasi rumah Ari Khotol memang begitu sepi ketika siang hari karena kedua orang tuanya mesti bekerja di kios bengkelnya yang letaknya tak jauh dari rumah. Situasi rumah yang sepi tersebut yang kemudian membuat kami lebih bebas beraktifitas di dalam rumah Ari Khotol, termasuk beraktifas memasak di dapur rumahnya. Kalau sebelumnya pekerjaan memancing dan membersihkan ikan dikerjakan oleh para lelaki, selanjutnya pekerjaan memasak di dapur dijatahkan untuk Opix dan Yetty. Namun, urusan memasak/menggoreng ikan di dapur juga tidak lepas dari peran Baryanto yang siang tadi juga aktif sebagai koki di dapur. Sedangkan Opix dan Yetty malah mendominasi membuat sambal dan mempersiapkan sayur untuk lalapan.

Singkat cerita, satu jam berlalu selesailah segala aktifitas memasak/menggoreng ikan. Saat makan siang pun telah tiba. Masing-masing dari kami selanjutnya mengambil piring sendiri-sendiri dan nasi putih yang masih saja hangat dari dalam magic jar. Nasi putihnya sendiri sebenarnya nasi putih yang ditanak pagi hari yang seharusnya menjadi jatah makan bagi keluarga Ari Khotol, namun dengan terpaksa siang tadi kami juga harus memakannya. Satu piring nasi putih bisa mengambil jatah lauk 2-3 ekor ikan lele goreng, terbilang banyak dan dijamin mampu mengenyangkan. Apalagi dengan ditambah sambal lombok uleg yang bisa menambah lezatnya makan siang bareng siang tadi. Namun sayangnya, Baryanto yang siang tadi berkontribusi besar dalam menggoreng ikan, malah tidak ikut menikmati makan siang dikarena harus segera pulang karena ada urusannya yang mesti segera ia rampungkan di rumahnya. Meski diolah secara bersama-sama, dengan modal kepintaran memasak yang pas-pasan dan ukuran bumbu yang hanya dikira-kira namun hasil gorengan ikan lele siang tadi terasa kelezatannya. Serius, lauk ikan lelenya terasa enak.

Usai makan bersama, kami pun segera berberes-beres. Tetap saja Opix dan Yetty yang mendapat jatah mencuci segala peralatan masak dan peralatan makan. Sekitar pukul 14:10 wib, kami pun segera berpamitan untuk segera pulang ke rumah masing-masing dengan berjanji malam hari akan bertemu dan berkumpul lagi di rumahku untuk masak-masak ikan lele bakar. Aku pulang dengan membawa satu plastik berisi ikan lele segar. Ikan-ikan tersebut yang nantinya pada malam hari akan menjadi menu makan malam kami bersama.

PESTA IKAN BAKAR DI MALAM HARI
Pukul 19:20 wib, aku membuka pintu gerbang rumahku setelah sebelumnya aku dengar suara klakson motor yang menjadi isyarat bahwa ada tamu di luar rumah. Setelah aku buka pintunya, nampaklah Ari Khotol beserta istrinya (Yetty) dan Opix. Wah.. ternyata mereka bertiga datang ke rumahku dengan mengendari satu motor. Aku persilahkan semuanya masuk ke dalam rumah. Setelah memarkirkan motor, mereka pun segera aku arahkan untuk langsung ke dapur rumahku. Kedatangan Ari Khotol dkk. adalah sebagai tindak lanjut dari rencana siang hari sebelumnya yakni acara bakar-bakar ikan lele di rumahku. Keadaan rumahku malam tadi sangat sepi, hanya ada aku sendirian yang menghuni rumah. Kakakku malam tadi sedang ke Yogya sedangkan adik dan kedua orang tuaku berada di rumah Srago. Sembari menunggu teman-teman yang lainnya datang, kami pun mengerjakan untuk membuat sambal terlebih dahulu. Tapi ada satu masalah, karena di dapur rumahku jarang sekali digunakan untuk masak-memasak mengakibatkan tidak adanya bumbu masakan yang tersedia. Situasi tersebut memaksaku untuk membeli beberapa bumbu masakan di sebuah warung yang berada di dekat rumahku.

pesta lele 04Bakti dan pacarnya kemudian datang ke rumahku dan kemudian ikut bergabung bersama kami di dapur. Sang pacar yang dikenalkan sebagai Fitri adalah menjadi yang pertama kali dikenalkan kepada kami. Meski beberapa bulan sebelumnya aku telah mengetahui jati diri Fitri, namun baru malam ini juga aku mengetahui orangnya. Berikutnya yang datang adalah Tri Handaru dan Novi yang juga datang bersama anaknya. Meski tengah mengandung 9 bulan, Novi masih juga mau datang di acara malam ini. Sedangkan teman lain semisal Taufik tidak dapat hadir dengan alasan kurang enak badan. Baryanto yang pada siang hari sempat menjadi koki masak, namun malam ini ternyata tidak datang ke rumahku tanpa alasan jelas. Yang paling kami tunggu kedatangannya adalah sepasang pengantin baru yakni Agus Heri dan Nur, istrinya. Awalnya, Agus dan istrinya akan mengusahakan kehadirannya namun pada akhirnya membatalkan kehadiran dengan alasan sedang menghadiri acara pembubaran panitia pernikahannya siang tadi.

Sekitar pukul setengah sembilan malam, pasangan Bakti dan Fitri berpamitan untuk pulang dan tidak ikut melanjutkan acara. Alasan kepulangan mereka adalah karena Fitri tidak berkenan jika harus pulang ke rumah larut malam, apalagi besok paginya Fitri juga mesti masuk kerja. Ya dengan terpaksa juga akhirnya aku mengantarkan kepulangan Bakti dan Fitri sampai di ujung pintu rumahku.

pesta lele 03

Yetty dan Opix malam tadi mendapat tugas menggoreng ikan lele, sebelum dibakar. Sedangkan Ari Khotol dan Novi mendapat jatah membakar ikan-ikan lele yang telah selesai digoreng oleh Yetty. Sedangkan untuk nasi putih tidak perlu menanak / membelinya, karena persediaan nasi putih di rumahku masih tersedia cukup. Dan, pukul setengah sepuluh malam semua sajian makan malam pun telah selesai. Ikan lele bakar yang menjadi menu utama telah siap untuk disantap. Sayur segar sebagai lalapan dan sambal pun juga telah selesai dibuat. Acara makan malam pun langsung dimulai. Bertempat di ruang tamu rumahku, kami pun menyantap masakan hasil olahan sendiri tersebut dengan semangat kebersamaan. Bagi kami, rasa nomor dua yang utama malah kebersamaannya. Menurut penuturan dari beberapa sahabatku yang telah menyantap ikan lele bakar, mengaku bahwa rasa masakan lele bakar malam ini terasa lebih enak jika dibandingkan dengan masakan lele goreng siang tadi.

pesta lele 05

Pukul 10 malam setelah membereskan peralatan masak dan makan, para sahabatku pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing meninggalkan aku yang berada di rumah sendirian. Terima kasih para sahabatku atas kebersamaannya malam ini.

~ oleh Adjiwae Winata di/pada 22 Juni 2009.

Satu Tanggapan to “Pesta Lele Bakar Bersama Para Sahabatku”

  1. mantappppp :lol:

    jadi laper nihhh…

Tinggalkan Balasan