Balada Adikku Tersayang Mencari Universitas

nitaPada postingan kali ini aku akan membahas tentang adikku yakni Yanita Mawarni. Mengapa aku harus membahas adik bungsuku tersebut? Karena saat-saat ini menjadi saat terpenting dalam pendidikannya. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, tidak ada salahnya jika aku akan memulai dengan memperkenalkan lebih dekat profil dari adikku. Bersiaplah para pembaca untuk mengenalnya lebih akrab.

Adikku, bernama lengkap Yanita Mawarni. Saat ini masih berumur 16 tahun dan pada akhir bulan Mei nanti, adikku akan menggenapi usianya yang ke tujuh belas tahun (rencananya ulang tahunnya akan dirayakan dengan acara makan-makan, maklum seventeen). Saat ini adikku duduk di kelas akselerasi SMA Negeri 1 Klaten dan telah merampungkan segala prosesi ujian nasionalnya beberapa hari yang lalu dan kini sedang berdebar-debar menunggu hari pengumuman kelulusan. Itu berarti mulai tahun akademik baru sekitar bulan September nanti, adikku sudah harus menginjakkan pendidikannya di bangku kuliah. Berbeda dengan teman-teman seumurannya, seharusnya adikku sekarang ini masih duduk di bangku kelas XI SMA. Namun karena prestasi sekolahnya semasa SMP, akhirnya adikku bisa masuk ke kelas akselerasi (baca : percepatan) SMA Negeri 1 Klaten, sekolah paling favorite di kota Klaten. Dengan mengambil kelas akselerasi tersebut, maka cukuplah adikku menghabiskan masa sekolah lanjutan atasnya selama dua tahun saja. Nah, itu saja sebagian profil dari adikku yang aku jelaskan di sini karena sebagian profil itulah yang akan lebih banyak mendukung dalam artikel yang aku tulis berikut ini.

ADIKKU SAATNYA MENCARI TEMPAT KULIAH
Sudah dari jauh-jauh hari sebelumnya, adikku mendapatkan kesempatan untuk mengajukan tiga permohonan PMDK ke tiga universitas negeri yakni Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Gajah Mada. Ketiga kesempatan tersebut semuanya diambil dengan mengajukan form pendaftaran dengan harapan besar agar bisa diterima di salah satu univeritas negeri tanpa harus mengikuti SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Yang pertama adalah pengajuan diri ke Universitas Sebelas Maret, Solo (khalayak umum menyebutnya UNS). Saat pengajuan form adikku memilih jurusan teknik industri, seperti yang aku sarankan. Tak hanya adikku saja yang mengujakan PMDK ke UNS waktu itu, teman-teman sekelasnya di akselerasi juga berlomba-lomba mengajukan hal sama meski jurusan yang diharapkan berbeda-beda. Menunggu hampir sebulan lamanya dari hari pengajuan, akhirnya tiba juga di hari pengumuman penting tersebut. Dengan bermodal layanan internet via handphone, akhirnya adikku dapat mengetahui hasil pengumuman dari PMDK UNS. Apa hasilnya? Ternyata kenyataan pahit harus didapat, adikku tidak mendapatkan jatah PMDK UNS untuk jurusan teknik industri. Sampai di sekolah, berita pengumuman PMDK UNS langsung menjadi pembicaraan serius di kalangan teman-teman sekolahnya. Alangkah kagetnya ketika didapat hasil mencengangkan bahwa UNS ternyata hanya menerima satu siswa dari kelas akselerasi SMA Negeri 1 Klaten, salah satu sekolah yang paling dikenal mempunyai murid-murid pintar.

Pengajuan PMDK kedua adalah untuk Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan kali ini jurusan yang diambil tidaklah main-main yakni pendidikan dokter! Pikirku aneh juga seh, minta PMDK kok ya jurusan pendidikan dokter, satu-satunya jurusan yang paling elite di tingkat perkuliahan. Pilihan jurusan kedua jatuh ke teknik industri, seperti pengajuan di UNS sebelumnya. Berbeda dengan pengajuan PMDK di UNS, kali ini adikku harus mengikuti tes seleksi di Undip untuk dapat meluluskan permohonan PMDK-nya. Sehari sebelum hari tes ujian, kakak dan serta ibukku mengantarkan adikku ke Semarang untuk melihat lokasi tempat tes di kampus Undip sekaligus mesti menginap dan bermalam di sebuah hotel sebagai persiapan untuk mengantarkan adikku tes di keesokan harinya. Butuh waktu hampir sebulan lamanya untuk mengetahui hasil pengumuman dari tes ujian tersebut.

Pengajuan PMDK ketiga adalah untuk Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, salah satu kampus tersohor dinegeri ini. Pilihan jurusan yang diajukan tak main-main yakni pendidikan dokter. Sedangkan pilihan kedua adalah jurusan farmasi. Besar sekali harapan kami sekeluarga agar adikku bisa diterima di UGM dengan pertimbangan letak geografi yang dekat dengan rumah dan karena UGM sudah sangat diakui oleh dunia pendidikan negeri ini. Sama halnya dengan di Undip Semarang, PMDK UGM juga mengharuskan calon mahasiswanya mengikuti ujian tes yang disebut dengan tes PBS, aku sendiri tidak tahu singkatan dari PBS itu sendiri. Usai mengikuti tes PBS, adikku harus rela menunggu selama seminggu untuk mengetahui hasil pengumumannya. Dan dihari yang yang ditunggu tersebut, lagi-lagi pil pahit harus dirasakan oleh adikku dan juga kami sekeluarga. Adikku tidak lolos tes ujian PMDK. Namun, adikku masih bisa bersyukur karena kesempatan di UGM masih terbuka dua kali yakni melalui UM UGM dan SPMB.

Gagal di ujian tes PMDK UGM, adikku pun juga mendaftar di Ujian Masuk UGM (UM UGM). Tiga pilihan jurusan langsung dipilih yang berbobot. Pilihan jurusan pertama adalah pendidikan dokter gigi, pilihan jurusan kedua adalah farmasi dan pilihan akhir adalah statistika. UM UGM memang dikenal masyarakat sebagai peluang seleksi masuk terbesar sebagai calon mahasiswa baru, dimana pada seleksi UM UGM akan diambil sekitar 50% dari total calon mahasiswa baru per tahunnya. Makanya peluang besar ini selalu dibanjiri oleh para pendaftar dari berbagai penjuru nusantara. Waktu itu, hanya kakak dan ibuku saja yang mengantarkan adikku mengikuti tes di UGM sedangkan aku dan bapakku mendapatkan jatah di rumah saja membuka aktifitas toko besi. Tiga hari sebelum pengumuman UM UGM, adikku sudah mendapatkan kabar pahit yang diumumkan bahwa adikku gagal diterima kuliah di Undip Semarang melalui jalur PMDK. Dan pada saat diumumkan hsail tes UM UGM beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi adikku mesti menerima kenyataan pahit yakni dinyatakan gagal lolos di seleksi UM UGM.

Huh.. Semakin mendapatkan tekanan saja adikku karena tak kunjung mendapatkan universitas negeri sebagai tempat ia melanjutkan belajarnya di bangku perkuliahan. Bermodal dari kelas akselerasi di SMA Negeri 1 Klaten, ternyata belumlah cukup untuk menjamin posisi enak mendapatkan kampus negeri. Padahal dalam sekolahnya, adikku selalu saja masuk rangking 10 besar di kelasnya. Apa yang salah dengan adikku sehingga di semua tes seleksi selalu saja menemui kegagalan? Aku sebenarnya memprediksi penyebabnya adalah terlalu tingginya harapan bisa kuliah di jurusan pendidikan dokter tersebut. Padahal jurusan kedokteran tersebut memang benar-benar menjadi jurusan yang sangat sulit untuk diraih. Satu-satunya kesempatan terakhir yang mesti dilalui adikku agar dapat masuk ke universitas negeri adalah dengan melalui jalur SPMB yang tes seleksinya sendiri akan dilaksanakan secara serentak se-Indonesia. Aku beserta anggota keluarga lainnya, tentunya masih saja berharap agar adikku bisa mendapatkan tempat di universitas negeri melalui jalur terakhir tersebut. Oh ya, ternyata adikku kini juga telah mengajukan permohonan PMDK di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mengambil jurusan MIPA Kimia. Kapan tanggal tesnya, aku sendiri juga belum tahu.

Hari ini adikku mendapatkan sebuah surat pemberitahuan dari kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Dalam surat pemberitahuan tersebut, diberitahukan bahwa adikku dinyatakan diterima sebagai calom mahasiswa baru UII dengan mengambil jurusan Farmasi. Proses penerimaannya itu sendiri adalah melalui tahapan seleksi penerimaan siswa berprestasi. Beberapa minggu yang lalu, adikku melalui perantara sekolahnya memang mengajukan berkas-berkas pengajuannya agar diikutkan dalam seleksi penerimaan siswa berprestasi yang dilakukan oleh kampus UII yang notabenenya adalah almamater pendidikanku sendiri. Untuk menyanggupi sebagai calon mahasiswa baru di UII tersebut, adikku mendapatkan kewajiban membayarkan dana Catur Dharma sebesar 11 juta rupiah dan belum termasuk biaya perkuliahan lainnya, terbilang cukup mencengangkan juga mengetahui nilai nominalnya. Sebagai perbandingan bahwa sewaktu aku dulu diterima kuliah di kampus UII pada tahun 2003, aku mendapatkan kewajiban membayar biaya Catur Dharma sebesar 7 juta rupiah.

Mendapatkan satu kepastian tempat kuliah di universitas swasta UII, paling tidak telah melegakan hati kami sekeluarga. Kini, salah satu kampus swasta Jogja yang juga sedang dibidik adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ya, adikku akan mencoba peruntungannya untuk mendapatkan satu tempat sebagai calon mahasiswa baru di jurusan pendidikan dokter di kampus tersebut. Masih menjadi obsesi besar agar adikku di masa depannya bisa menjadi dokter.

Duh gusti Allah yang maha pemurah.. Berikan segala kemudahanmu untuk adikku tercinta yang saat ini tengah mencari tempat untuk melanjtkan belajarnya di bangku perkuliahannya. Mudahkanlah ia agar dapat secepatnya mendapatkan tempat kuliah seperti yang diinginkannya dan sesuai dengan jurusan yang diharapkannya. Aku oercaya kepadamu ya Allah, bahwa Engkau akan menggariskan yang terbaik bagi adikku. Mudahkanlah ya Allah.. Amin.

~ oleh Adjiwae Winata di/pada 28 April 2009.

10 Tanggapan to “Balada Adikku Tersayang Mencari Universitas”

  1. amin. . .
    wah, dek nita ikut aksel ya, jadi barengan ma saya, q juga maw kuliah nie. . . tapi cuman ikut pmdk satu kali n dari awal memang pengennya snmptn, doain ya… ayo,nita. . SEMANGAAT. . . ! Smg qt kuliah di tempat yg terbaik, amin..

  2. hiks..kak.nasib saya jg sm sprti adkmu.uda bbrp x ikt pbud n test d ptn slalu gagal.dptnya slalu d swasta yg biayanya mahal.ya Allah berikanlah kemudahan untuk saya dan adik dr kakak adjiwae.Amin..

  3. Mas, adeknya terobsesi jadi dokter ya? aku turut prihatin atas ujian yang diberikan utuk adek mas…Tapi yang perlu diingat untuk kita semua bahwa Alloh tidak akan menguji hambaNya melebihi batas kemampuan hambanNya itu. Jadi tetep berusaha dan istiqomah, Insya Alloh ditunjukkan jalan terbaik untuk dek Yanita..!!!
    Salam kenal, saya juga dari Klaten…aku boleh ya pasang link nya mas…

  4. Berjuang Dan Terus Berusaha … jangan Putus Asa…. Tetap semangat….. raih cita cita……… semoga Alloh mengabulkan semua keinginan dan cita cita kita… amien

  5. Salam kenal…
    Nice Blog… :)

  6. wah.. adeknya yang pintar aja pontang panting dapet universitas buat masuk FK.
    saya jadi pesimis ni mau masuk FK :(

  7. Nyante aja bos gampng kok masuk kedokteran!!!!Aksel geto….y pasti bisa lah….!!!Q juga dari aksel SMA 1 klaten lho…..

  8. hmff…aq taon ni baru kls 3…kelak aq kan mengalami hal i2…cari universitas susah…..doain y,biar dpt…

  9. waaahh mas.. aku IRUL dr SMA AL MUSLIM BEKASI,
    nasib adikmu hmpir sma kya aq mas.. sma2 bru brusia 17 thun ini..
    dan sma2 msuk kuLiah thun inii… tapi bedana aku ini laki2.. hahahah

    nsib q sma kya adik mu mas… aq coba PMDK UNS prtama.. dn knytaan phit yg aq dpatkn.. nma q tdk trcantum dlm dftar mhsiwa yg lo2s..

    mungkin itu dkarenakan jurusan kdokteran yg amat favorit yg aku piLihh… berseLang kemudian aq mngikuti PMDK di univ negri lain di Jateng.. aq ikut PMDK UNSOED PURWOKERTO dan tetep brjuang memilih kedokteran….

    selagi menunggu hasil pngumuman UNSOED.. aq mngikuti UM UNDIP,. hsilnya taq jauh beda.. pilihan prtama q kedokteran juga taq tembuss,. nmun alhamduLilah plihan ke-2 q, teknik geodesi tmbuss…

    TIBALAH SAAT PNGUMUMAN PMDK UNSOED…
    dn segala puji bgi ALLAH,. aq dterima mnjadi slah stu dari 11 mhasiswa yg dtterima di program studi kedokteran UNSOED..
    aq sngad Lega dn senantiasa tidak prcaya…ALLAHUAKBAR !!!
    dan ALHAMDULILLAH yg berulang kali aq ucapkan…

    dn yg bkin leganya lagi trnyata beban biaya msuk ku hnya Rp. 22.500.00,, itu pun boleh dcicil… selain ituu.. aq juga bru tw ternyta pendaftar PMDK Kedokteran UNSOED mencapai 1200 siswa..

    mendengar hal tsb… tidak henti2nya, aq mngucap syukur pda ALLAH SWT..
    ALHAMDULILLAH… ALLAHUAKBARR..

  10. doAin Bisa MAsug DIPErguRUaN tInggi YAng Baigh yaGh…NgeJar imPian BareNg YUgh….SuKsees BwaT SmeoNe YAng PuNYa HARAPAN UntuG TruS maju…

    TuHAn DeNgaR DOa Qita YANg SELAlu BerUSAha Dan BerDOa….

Tinggalkan Balasan