Senangnya Bisa Pulang dan Bertemu Keluarga di Rumah
Usai merampungkan pekerjaan di pabrik sekitar jam 14:30 wib, aku pun langsung bergegas ke ruang loker untuk melepas seragam kerjaku dan berganti dengan baju bebasku. Setelah itu langsung menuju ke tempat absensi untuk melakukan absen pulang. Aku naiki motor Mio merahku untuk segera melaju pulang menuju ke tempat kostku. Secepatnya aku ingin segera pulang. Relung hatiku diselimuti rasa kegembiraan karena hari ini aku bisa pulang ke rumah di Klaten. Sampai di kost, aku pun langsung berganti baju dengan kaos oblong. Isi tas ranselku segera aku keluarkan dan diisi kembali dengan barang-barang yang akan aku bawa pulang ke Klaten. Waktu di layar handphone tertampil pukul 3 sore. Sholat Ashar pun segera aku kerjakan sebelum aku bergegas meninggalkan kostku untuk bisa pulang. Benar-benar senang sekali aku siang tadi menyambut kepulanganku ke rumah.
“Semarang hujan! Aku sekarang perjalanan pulang Klaten, sampai di Sampangan. Besok masuk siang 14:30 wib. Sampai rumah sekitar jam 6 sore.” (15.04.2009 15:26:45 WIB)
Satu pesan SMS aku kirimkan kepada adikku untuk mengabarkan kepulanganku ke rumah. Berharap keluarga di rumah bisa menyambut kepulanganku dengan mempersiapkan makanan untukku karena perutku sudah terasa lapar.
“Sip bos. I will wait for you.” (15.04.2009 15:37:07 WIB) Pesan SMS balasan dari adikku yang menyatakan akan menunggu kepulanganku.
Tiga jam perjalanan berlalu…
Hatiku begitu senang ketika aku telah sampai di kota Klaten, sebuah kota kecil yang baru saja aku tinggalkan hari minggu lalu. Namun kedatanganku ke kota Klaten hari ini, aku rasakan seperti aku telah terpisah bertahun-tahun dengan kota kelahiraku. Meski tidak lama aku berada di Klaten, tapi waktu yang sedikit itu akan aku gunakan sebaik mungkin untuk bertemu dengan keluargaku. Besok pagi, aku mesti perjalanan lagi kembali ke kota Semarang dan siang harinya mesti bekerja lagi di pabrik yang menurutku sudah membuatku merasa tidak betah.
Beberapa menit berlalu, sampailah aku di rumah orang tuaku yang berada di daerah Srago, Klaten. Sengaja aku langsung menuju ke rumah Srago dan bukan langsung berpulang ke rumah Krapyak, karena aku ingin kepulanganku ini untuk bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku beserta adikku. Tepat pukul enam sore aku sampai di rumah. Setelah menekan bel rumah, pintu pun dibuka oleh ibuku sendiri. Hah.. Lega sudah lelah perjalanan 3 jam dari Semarang dan langsung terobati ketika bisa melihat senyum simpul dari ibuku yang menyambutku kepulanganku di rumah. Langsung masuk ke dalam rumah, aku pun langsung menyandarkan badanku pada sebuah kursi yang berada di bengkel, tempat kerja bapakku. Syukur Alhamdulillah langsung terucap olehku di dalam hati, mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepadaku sehingga bisa kembali lagi berkumpul dengan keluarga. Tak lama kemudian dari dalam kamar tengah, bapakku datang menghampiriku. Begitu juga adikku yang langsung turun dari kamarnya yang berada di lantai atas.
Sudah berkumpul semua anggota keluargaku (kecuali kakakku yang berada di rumah Krapyak), aku pun langsung membuka cerita tentang pengalamanku bekerja di Indofood 3 hari ini. Tugas dan kewajibanku bekerja seperti apa, aku ceritakan kepada kedua orang tua dan adikku. Adaptasi pekerjaan di pabrik yang dikenal keras, gaya hidup kost di kota Semarang hingga kondisi ruang kerjaku yang panas dan membuatku sesak nafas juga turut aku ceritakan, termasuk kemungkinanku untuk segera mengundurkan diri dari pekerjaan pabrik tersebut dengan alasan kesehatanku. Mendengar ceritaku, kedua orang tuaku menanggapinya dengan beragam pernyataan. Harapan orang tuaku memang agar aku bisa bertahan di Indofood minimal untuk masa kerja satu tahun sesuai yang tercantum di surat kontrak. Bentuk perhatian dari ibuku menyambut kedatanganku adalah dengan langsung dipersiapkannya segelas the hangat untukku. Tidak lupa, satu porsi sate kambing juga dipersilahkan untuk segera aku santap.
Keasyikan bercerita “ngalor-ngidul”, hingga tidak terasa jarum jam di dinding menunjukkan pukul 18:40 wib. Ya ampun! Aku belum melaksanakan sholat maghrib. Segera saja aku bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah sholat wajib tersebut. Aku pun begitu menyadari ketika sholatku sampai di rekaat kedua, gema adzan Isya pun telah aku perdengarkan.
Sekitar pukul 19:30 wib, aku pun pulang menuju ke rumah Krapyak untuk bertemu dengan kakakku dan bermalam di rumah tersebut. Namun sesampainua di rumah Krapyak, ternyata aku mendapati rumah yang kosong tak berpenghuni. Ternyata kakakku pergi bersama temannya ke Jogja. Ya sudah, menikmati saja kesendirian di rumah. Meski malam hari, aku tidak lupa dengan niat yang sudah aku tanamkan sebelum kepulanganku dari Semarang tadi siang. Yah, cuci baju seragam kerja yang sengaja aku bawa dari Semarang untuk dapat aku cuci malam ini di rumah dan berharap besok pagi bisa sudah kering dan langsung dapat aku bawa lagi ke Semarang.
Sekitar pukul setengah sembilan malam, kakakku dan seorang temannya telah pulang ke rumah. Kakakku menunjukkan wajah kagetnya ketika mengetahui keberadaanku berada di dalam rumah. Namun tidak lama berada di dalam rumah, kakakku beserta temannya tersebut kembali lagi pergi keluar rumah dengan tujuan untuk makan malam di sebuah warung angkringan langganannya. Sedangkan aku tetap menikmati kesendirian di rumah yang sejak kemarin aku rindukan.










Tinggalkan Balasan