“Dari Sabang sampai Merauke..
Terbentang sejuta cita rasa..
Pilihan rasa boleh berbeda..
Selera tetap sehati..
Indomie seleraku..”
Jingle lagu dari iklan Indofood itulah yang aku perdengarkan tadi pagi ketika aku sudah terduduk nyaman di lobi kantor PT. Indofood Sukses Makmur. Benar saja, hari ini aku memang diharuskan kembali lagi ke pabrik yang memproduksi mie instan merek Indomie, Sarimi dan Supermi yang beralamat di jalan Tambak Aji II/8 Ngaliyan, Semarang. Agendanya adalah melaksanakan interview dengan bagian personalia.
Aku telah sampai di pabrik sekitar pukul 07:50 wib. Undangan interview sendiri bakal diagendakan pada pukul 08:30 wib. Aku sudah terduduk bersama puluhan lelaki muda berdandan rapi. Mereka juga calon-calon karyawan yang juga sedang berjuang saling merebutkan posisi karyawan di PT. Indofood.
Beberapa menit berlalu, mbak Dyah yang bertindak sebagai staff personalia datang menemui kami. Beliau lantas mengajak calon-calon karyawan baru menuju ke lantai 3 untuk memulai tes. Tapi mbak Dyah menyuruhku untuk tetap menunggu di lobi kantor, karena yang bergegas ke lantai 3 adalah calon-calon karyawan yang akan mengikuti tes tahap pertama yakni psikotest. Sedang kedatanganku pagi tadi adalah untuk melaksanakan tes tahap ketiga. Mendekati pukul 08:30 wib, beberapa calon karyawan yang akan mengikuti tes interview mulai berdatangan. Tercatat sekitar 10 orang menunggu dimulainya proses interview dengan bagian personalia.

Tepat pukul 08:45 wib, orang pertama pun dipanggil untuk masuk ke dalam ruang personalia guna memulai proses wawancara. Sedang aku dan yang lain hanya bisa bersabar menunggu giliran interview berikut. Sekitar lima belas menit, itulah waktu yang dihabiskan untuk wawancara orang pertama. Berikutnya, orang kedua dipanggil untuk segera masuk ke ruang personalia dan orang tersebut bukanlah aku. Bersabar menunggu lagi..
Setengah jam berlalu, orang kedua yang diinterview telah keluar dari ruangan dan kemudian menghampiri kami yang masih sabar menunggu giliran interview. Dipanggilah sebuah nama Iwan Aji Winata, yang tak lain adalah namaku. Huh.. Aku bersyukur menjadi orang ketiga yang mendapat giliran interview, karena tak perlu lagi aku menunggu lama. Aku diantarkan ke sebuah ruangan bagian personalia. Jantungku seketika langsung dag dig dug der.
Aku mengetuk dan membuka pintu ruangan. Di dalam ruang, seorang perempuan muda cantik menyambutku begitu ramah. Aku dipersilahkan masuk dan duduk di sebuah kursi yang telah tersedia. Pertanyaan pertama dari ibu Natalie {begitu nama yang tertulis di identitas cocardnya}, “Mas Iwan lulusan jurusan apa?” Dengan tegas aku menjawab, “Saya lulusan dari jurusan Teknik Kimia di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.” Ibu Natalie seketika langsung tercengang mendengar jawaban lugasku dan kemudian berujar canda kepadaku, “Jawaban Anda seperti orang berpidato saja, Anda seorang caleg ya?” Aku pun tidak mau kalah dengan canda dari ibu Natalie selanjutnya aku menjawab dengan sedikit senyum, “Kalau saya jadi caleg, tidak mungkin kan bu kalau saya melamar kerja di sini.”
Pertanyaan berikutnya dari ibu Natalie, “Mas Iwan, kenapa harus Indofood yang Anda lamar?” Hmm.. Pertanyaan tersebut mengingatkanku dengan sebuah pertanyaan sewaktu interview dengan manajer Quality Control. Dalam interview tadi pagi, ibu Natalie lebih banyak bertanya tentang latar belakang keluargaku, mulai dari jumlah saudara kandungku hingga pekerjaan kedua orang tuaku. Selain itu, pertanyaan seputar sifat-sifat diri pribadiku juga turut ditanyakan olehnya. Tapi syukurnya, aku bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh ibu Natalie kepadaku.
Pada saat interview berlangsung, aku sedikit gugup dikarenakan setiap kali aku menjawab pertanyaan, kedua mata ibu Natalie terus saja menatapku dengan begitu tajam. Aku yang tidak biasa diperlakukan seperti itu, terpaksa beberapa kali mengalihkan pandanganku dari tatapan tajam matanya.
Cukup sekitar 15 menit saja aku melakukan interview dengan ibu Natalie. Karena ada sedikit kepentingan yang mesti segera dilakukan, akhirnya ibu Natalie memutuskan untuk mengakhiri interview. Namun sebelum aku bergegas meninggalkan ruangan, ibu Natalie memberikan penjelasannya kepadanya. Katanya, jika aku dinyatakan lolos wawancara hari ini maka dengan segera aku akan dihubungi untuk pemberitahuan pelaksanaan tes kesehatan yang akan menjadi tes tahap akhir.
Aku berjabatan dengan ibu Natalie dan mengucapkan kata pamit dan terima kasih kepadanya. Selanjutnya aku bergegas keluar dari ruangan yang hanya berukuran tidak terlalu luas itu. Setelah meninggalkan ruangan, perasaanku mulai berkecamuk. Aku sendiri tidak mampu harus memberikan nilai berapa untuk hasil wawancaraku. Keyakinanku untuk lolos dalam interview hari ini tidak seyakin dengan keyakinan pada saat aku melaksanakan interview dengan manajer QC beberapa hari lalu. Yang bisa aku katakan dalam hati adalah, “Ya Allah, aku telah melaksanakan usahaku. Kini keputusan akhirnya sudah kembali menjadi urusan Mu. Bagiku, keputusan dari Mu adalah yang terbaik baik hidupku.”
Aku meninggalkan gedung kantor PT. Indofood dengan separuh kelegaan dan kegembiraan. Lega karena interview telah terlaksana, separuh lega karena hasil interview belum diketahui dan gembira karena urusanku sudah selesai di hari yang belum terlalu siang, yakni sekitar pukul 09:45 wib. Itu berarti, jika aku segera bergegas pulang maka dipastikan aku sampai di rumah Klaten bisa sekitar pukul satu siang!
Aku bergegas berjalan menuju ke lokasi parkir motor. Aku tidak mau berlama-lama di kota Semarang, ingin secepatnya sampai di rumah untuk bisa beristirahat di kasur dan makan sepuasnya. Keberangkatanku ke Semarang aku jalani tanpa makan dan minum. Bisa diibaratkan, keberadaanku di Semarang aku lalui dengan puasa sementara. Atas dasar itulah, aku ingin segera pulang ke rumah.
Setelah meminta lagi kartu identitas KTP di pos jaga satpam, aku pun segera meninggalkan kawasan industri Tambak Aji untuk secepatnya menuju ke kawasan Tugu Muda dan Simpang Lima, karena aku ingin perjalanan pulangku melewati kedua kawasan terkenal tersebut. Hari masih menjelang siang dan masih banyak waktu yang bisa aku gunakan untuk main-main dulu di kota Semarang. Maka aku pun memilih satu lokasi yang ingin aku kunjungi. Setiap kali ke Semarang, lokasi itulah yang kerap kali membuatku penasaran. Stadion Jatidiri Semarang, itulah nama lokasi tersebut. Siang tadi aku berhasil mengunjungi stadion itu untuk pertama kalinya. Meski hanya bisa berkunjung di luar pagar kawasan Gelora Jatidiri, namun hal tersebut sudahlah cukup melegakan untukku.
Aku sampai di rumah sekitar pukul 13:20 wib. Begitu berada di rumah, aku langsung saja uring-uringan. Emosi marahku mudah saja terpancing. Perjalanan pulang di bawah terik panas matahari ditambah perutku yang sudah kelaparan membuat tekanan tersendiri bagiku. Apalagi begitu sampai di rumah, langsung saja aku dicecar banyak pertanyaan dari orang tua dan kakakku yang menanyakan hasil interview.
KABAR BAHAGIA, AKHIRNYA DATANG JUGA
Setelah mengisi perut dengan makan, jelang sore aku baru bisa tertidur pulas akibat lelahnya perjalananku dari Semarang siang harinya. Huhh.. Memang nyaman bisa kembali lagi merasakan empuknya kasur busa kesayanganku. Tidurku serasa sudah jam tidur malam aja.
Tidurku pun mulai terganggu dan aku terbangun dari nyenyak tidur pulasku ketika ponsel mulai bernyanyi dari Sammy Kerispatih, Tak Lekang Oleh Waktu. Langsung saja otakku merespon cepat bahwa aku mendapatkan sebuah pesan SMS. Aku raih ponsel tersebut dan segera mengaktifkannya, ternyata ada 2 panggilan tak terjawab. Aku kaget ketika 2 panggilan tak terjawab tersebut ternyata berasal dari PT. Indofood Semarang. Aku benar-benar tidak menyangka kalau PT. Indofood mencoba meneleponku jam 16:09 wib, ketika jam kerja kantor telah usai.
Aku membuka satu pesan, dari pengirimnya hanya tertampil deretan angka. Itu berarti nomor ponsel pengirim pesan SMS belum aku save di phone book ponselku. Berikut isi pesan SMS yang aku terima :
“Slmt sore. Mas iwan, sy dyah indofood. Anda diminta dtg ke indofood utk tes kesehatan, hr jumat 27 mar 09 jam 14.00 ketemu sy dulu. Bawa 225.000 utk lab. Tq.”
(25.03.2009 16:21:23 WIB)
Aku langsung sumringah setelah selesai membaca isi pesan SMS. Pesan tersebut langsung menjadi gairah membara di diriku. Aku semakin yakin bahwa rejeki sudah mulai mendekatiku. Aku terus saja mengucapkan puji syukur kepada Allah atas segala nikmat dan kemudahan yang diberikan Nya kepadaku hari ini. Kabar SMS itupun segera aku teruskan kepada adikku agar dapat menyampaikannya kepada orang tua di rumah Srago. Tidak lupa juga kabar bahagia itupun aku teruskan kepada Yulia Setyani, sahabat terbaikku yang senantiasa memberi support atas perjuanganku di Semarang.
Thanks God!!









Posted by Bakhtiar on 26 Maret 2009 at 11:54 AM
Sukses yoh…..
Pokok e tetep smangat dukung Persis!!!!
Posted by adjiwae on 26 Maret 2009 at 3:24 PM
ADJIwae menjawab :
Siap Be, Laksanakan!!
Minta do’a restunya, agar aku bisa diterima di PT. Indofood. Kalau benar diterima, aku mau buka Pasoepati Semarang.
Tapi kalau ternyata aku tidak diterima, aku mau nangis wae semalaman. Gwahahahaha..