Hujan Gol Terjadi di Stadion Trikoyo, Klaten

stadion01
Hujan gol terjadi di stadion Trikoyo, Klaten sore tadi. Pertandingan lanjutan kompetisi sepak bola Liga Divisi 3 PSSI zona Jawa Tengah yang mempertemukan kesebelasan tuan rumah PSIK KLATEN melawan tamunya PSIW WONOSOBO, berakhir dengan hasil 7 gol tanpa balas untuk kemenangan kesebelasan PSIK KLATEN.

*****

Tidak seperti hari-hari biasanya, hari ini sekitar pukul 15:05 wib aku sudah masuk ke dalam kamar mandi. Apa yang aku lakukan? Tentu saja mandi sore hari. Aku ingin menyegarkan badanku sebelum aku berangkat menuju ke stadion kebanggaan warga Klaten, stadion Trikoyo. Selesai mandi, aku pun mengambil air wudhu untuk memenuhi syarat sebelum melaksanakan sholat. Aku naiki anak-anak tangga kecil, berjalan menuju ke kamarku yang berada di lantai dua. Berada di dalam kamar, secepatnya aku mesti berias diri karena waktu telah aku dapati menunjukkan pukul 15:25 wib.

“Wah.. Pastinya nanti aku terlambat menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion,” ujarku di dalam hati.

Kembali lagi aku gelar sajadah peninggalan dari mantan pacarku dulu. Dengan sebuah niat di dalam hati, aku pun melaksanakan kewajiban sholat ashar. Lima menit berlalu, aku harus segera beranjak turun dari kamar di lantai 2 dan bergegas menuju ke garasi rumah. Ada 3 motor yang terparkir dan semuanya siap untuk digunakan. Ketiga motor itu adalah Honda Karisma biru, Honda Supra X hitam dan Yamaha Mio merah. Hmm.. Aku memutuskan untuk memakai Yamaha Mio saja!

Sebelum pergi meninggalkan rumah, aku menuju ke dalam toko besi besi terlebih dahulu untuk bertemu dengan bapakku. Aku sampaikan pesan penting kepada bapakku yang sedang asyik dengan aktifitas membacanya.

“Pak.. Sekarang ibu sudah sampai di Magelang, nanti mampir dulu ke Yogya untuk membeli oleh-oleh.” ujarku kepada bapakku, mengabarkan posisi terakhir kepulangan ibuku yang bersama kakak dan adikku, dari hari kemarin berada di kota Semarang.

Melajulah Yamaha Mio merah yang aku kendarai dan meninggalkan toko besiku yang dijaga sendirian oleh bapakku. “Huh.. Pada indikator bensin jarumnya menunjuk ke huruf E, itu berarti bensin habis!” ujarku membathin. Aku mesti lebih dulu menuju ke sebuah SPBU untuk membeli bensin. Sebenarnya kesal juga jika aku mesti ke SPBU, itu berarti aku semakin terlambat saja menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion.

*****

Perjalanan 5 menit telah mengantarku sampai di stadion Trikoyo, Klaten yang terletak di tepi jalan Merbabu. Aku memarkirkan kendaraanku di tempat parkir halaman stadion. Setelah membayar ongkos parkir, aku segera berjalan menuju ke loket penjualan tiket masuk. Selembar tiket masuk stadion mesti aku beli seharga 2.000 perak. Selanjutnya aku serahkan tiket tersebut kepada seorang petugas tiket di pintu masuk stadion.

Berada di dalam stadion, aku mendapati di tengah lapangan pertandingan sepak bola telah berlangsung. Aku melihat ke arah papan skor, ternyata hasil pertandingan masih seri 0-0. Aku berjalan kaki menuju ke tribun tertutup yang berada di sebelah utara. Pada saat aku harus berjalan sendirian di depan ratusan penonton, ada perasaan tidak percaya diri yang menyelimuti perasaanku. Huh..

Berada di tribun, aku bertemu dengan 2 orang adik sepupuku, Rahmat dan Sholikin. Juga tak ketinggalan aku menyalami Om-ku yang sedang bertugas menjadi panitia pertandingan. Oleh adik sepupuku Rahmat, aku diambilkan sebuah kursi untuk aku pergunakan duduk menyaksikan pertandingan sepak bola dari atas tribun.
stadion03

RANGKUMAN PERTANDINGAN
PSIK tampil mengenakan seragam hijau, sedangkan tim lawan PSIW mengenakan kostum putih. Di babak pertama, PSIK tampil begitu agresif menyerang ke area pertahanan lawan. Pemain-pemain PSIW tampil begitu terbebani, sehingga permainan lepas tidak dapat mereka peragakan. Hasilnya, hingga menit ke-21 PSIK sudah unggul 2 gol. Perbedaan kualitas pemain begitu terlihat antara tim PSIK dan PSIW. Tim PSIK yang tampil lebih bagus, kembali mampu membuat skor berubah menjadi 3-0. Hasil tersebut menutup pertandingan di babak pertama.
***

stadion02
Di babak kedua, kendali pertandingan masih dipegang oleh tim hijau PSIK Klaten. Sebaliknya PSIW justru tampil lebih buruk dari pada penampilannya di babak pertama. Situasi tersebut malah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemain-pemain PSIK untuk menambah pundi-pundi golnya. Tercatat, 4 gol berhasil bersarang ke gawang PSIW yang dicetak oleh para striker PSIK sekaligus menggenapi skor akhir pertandingan menjadi 7-0. Hasil tersebut disambut gembira oleh para pemain PSIK, jajaran pengurus serta ratusan suporter tuan rumah.

Berakhirnya pertandingan memaksaku untuk segera keluar dari dalam stadion. Namun sebelum pergi meninggalkan situasi dalam stadion, aku mesti kembali menyalami kedua adik sepupu beserta Om-ku sekaligus untuk berpamitan. Setelah semuanya aku lakukan, aku pun segera menuju ke lokasi parkir untuk mengambil kendaraan. Di tempat parkir aku mesti bersabar karena padatnya motor yang terparkir mengakibatkan motorku susah untuk dikeluarkan.

~ oleh Adjiwae Winata di/pada 15 Maret 2009.

2 Tanggapan to “Hujan Gol Terjadi di Stadion Trikoyo, Klaten”

  1. Makasih teman….
    Atas partisipasi mendukung penuh PSIK klaten,tanpa dukungan dari masyarakat PSIK tidak mngkn maju,terus dukung PSIK bro,,,dongane wae bro,mugo2 lolos nasional,,,
    iki aq asisten pelatihe PSIK
    (jebux/jebeka)

  2. klatifex
    klaten tifosi extrim
    ayo kita bentuk bro!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan