Mobil yang kami tumpangi terpaksa harus terparkir di depan supermarket GIANT yang terletak persis di seberang jalan dari studio Cinema Empire XXI, jalan Urip Somoharjo Yogyakarta. Padahal tujuan kedatangan kami ke Yogyakarta adalah untuk menonton film di studio Empire XXI tersebut. Tapi apa boleh buat, halaman parkir di studio Empire XXI telah penuh sesak dengan mobil yang terparkir, jadi terpaksa mobil yang kami tumpangi harus diparkir di seberang jalan. Jam di layar handphoneku telah menunjuk pukul 3 sore. Kami mesti sedikit mempercepat laju jalan kami agar segera sampai di studio Empire dan bergegas masuk ke dalam theater 4, tempat dimana kami akan menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih 2. Huh.. Ketika kami telah berada di dalam theater, ternyata film telah dimulai. Kami terlambat! Meski terbilang terlambat datang ke dalam bioskop, namun keterlambatan kami tidaklah lebih dari 5 menit sehingga tidak lantas terlalu kecewa. Lanjutkan membaca ‘Berkunjung ke Cinema Empire XXI, Yogyakarta (Ketika Cinta Bertasbih 2)’
Berkunjung ke Cinema Empire XXI, Yogyakarta (Ketika Cinta Bertasbih 2)
•18 September 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarSholat Jum’at di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta
•18 September 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarMatahari di atas langit kota Yogya siang ini sepertinya ada tiga. Hal itu karena cuaca yang aku rasakan di kota budaya siang tadi begitu panas menyengat. Usai duduk nyaman di ruangan ber-AC setelah membeli tiket nonton film KCB 2 di Empire XXI, aku harus segera pergi karena jam di layar handphoneku sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang. Hari Jum’at siang adalah saat-saat kewajibanku untuk menunaikan sholat Jum’at. Yang namanya kewajiban sudah semestinya aku jalankan. Menurut aku, lokasi masjid terdekat dengan Empire XXI adalah masjid kampus UGM yang lokasinya sekitar 1 kilometer saja. Karena hanya masjid kampus itulah yang aku tahu daripada keberadaan masjid-masjid kampung di sekitar lokasi Empire XXI. Setelah membayar uang Rp 1.000,- retribusi parkir di Empire XXI, aku pun segera melaju mengendarai motorku menuju ke kampus UGM. Lima menit perjalanan waktu tempuh, sudah membawaku sampai di lingkungan kampus UGM. Dari jalan Colombo hingga sampai di perempatan SPBU Sagan, aku berbelok ke kanan menuju lokasi masjid kampus UGM berada. Puluhan mobil-mobil terlihat telah terparkir di sebuah halaman yang berdekatan dengan jalan. Begitu juga dengan motor-motor yang telah rapi tertata berada di bawah rindangnya pepohonan. Aku pun juga turut memarkirkan motorku di lokasi tersebut meski sebenarnya aku selalu memarkirkan motorku di tempat parkir masjid ketika aku sering berkunjung ke masjid yang menjadi kebanggaan para mahasiswa UGM Yogyakarta. Lanjutkan membaca ‘Sholat Jum’at di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta’
Sholat Taraweh di Masjid Jami’ An-Nuur, Klaten (Malam Ramadhan #24)
•14 September 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarMalam ini kembali lagi aku melakukan safari sholat taraweh. Dan yang menjadi masjid tujuanku malam ini adalah masjid Jami’ An-Nuur yang terletak di daerah Ngingas, Klaten Utara. Berangkat dari rumah seorang diri sekitar pukul 18:45 wib dengan mengendarai Honda Beat warna pink. Mengenakan kaos oblong merah bertuliskan Pasoepati di bagian depan dan mengenakan sarung coklat motif kotak-kotak sebagai pengganti celana panjang. Jarak dari rumah menuju ke masjid tidaklah cukup jauh, yakni sekitar 4 kilometer saja. Melintas di jalan Veteran dan berbelok ke kiri pada sebuah pertigaan, maka akan sampailah di masjid tujuan. Beberapa pemuda kampung di sekitar masjid nampak berada di tengah jalan untuk mengatur lalu lintas jalan di depan masjid sekaligus memudahkan para warga masyarakat yang hendak menuju ke masjid An-Nuur. Laju motor yang aku kendarai selanjutnya berbelok ke arah kanan dan masuk ke lingkungan masjid menuju ke sebuah tempat parkir motor. Aku hentikan kendaraanku, melepas helm yang aku kenakan dan menerima sesobek kertas parkir dari seorang anak muda yang menghampiriku. Lanjutkan membaca ‘Sholat Taraweh di Masjid Jami’ An-Nuur, Klaten (Malam Ramadhan #24)’
Buka Puasa Bersama Para Sahabat SMP #2 (RM. Wakoel, Klaten)
•13 September 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarHari ini untuk yang kedua kalinya aku dan para sahabatku mengadakan acara buka puasa bersama. Yah, sangatlah menyenangkan bisa berada lagi di tengah-tengah para sahabatku yang sudah aku kenal sejak kami sama-sama duduk di bangku SMP. Sore tadi, kami menggelar acara buka puasa bersama di rumah makan Wakoel yang terletak persis di depan gedung kantor DPRD Klaten. Seperti halnya acara-acara sebelumnya, sore tadi dimulai dengan berkumpul terlebih dahulu di rumah Opix sebelum akhirnya bersama-sama menuju ke lokasi tempat berbuka puasa (RM. Wakoel). Aku yang beberapa hari sebelumnya rajin menggembar-gemborkan undangan kumpul jam 4 sore, malah baru datang berboncengan bersama Yulia (beserta Keysha) ke rumah Opix pukul 5 sore atau terlambat 1 jam! Sampai di rumah Opix ternyata sudah menunggu Opix, Maya (beserta putranya), Ari Khotol, Yetty dan Baryanto. Selang beberapa menit setelah kedatanganku, datanglah Ratna bersama calon suaminya, Yhudantoko. Lanjutkan membaca ‘Buka Puasa Bersama Para Sahabat SMP #2 (RM. Wakoel, Klaten)’
Sholat Taraweh di Masjid Besar Nuurul Jaami, Wedi (Malam Ramadhan #22)
•12 September 2009 • 1 Komentar“Ya Allah, jangan Engkau biarkan adzan Isya’ berkumandang lebih cepat,” ujarku dalam hati ketika aku tengah melakukan perjalanan menuju ke daerah Wedi. Terpaksa aku harus melaju kencang mengingat waktuku yang semakin sempit. Aku tidak ingin terlambat beribadah sholat di masjid besar Jammi’ Wedi. Jarak rumahku hingga sampai ke masjid pun terbilang cukup jauh yakni sekitar 7 kilometer. Alhamdulillah, dengan berkebut-kebutan di jalan, akhirnya aku sampai di masjid sebelum iqamah dikumandangkan. Ternyata aku belum terlambat untuk ikut melaksanakan sholat Isya dan taraweh di masjid Jammi’ Wedi. Segera seusai memarkirkan motorku, aku bergegas menuju ke tempat wudhu meski sebelumnya aku juga telah mensucikan diriku di rumah. Nampak beberapa orang bapak tengah berwudhu guna mensucikan dirinya sebelum masuk ke dalam masjid. Aku pun bersiap diri di depan sebuah kran air untuk melaksanakan rukun-rukun berwudhu. Lanjutkan membaca ‘Sholat Taraweh di Masjid Besar Nuurul Jaami, Wedi (Malam Ramadhan #22)’
Menemui Mbak Ririn, TITA Tidak Ada di Rumah
•12 September 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarSial.. Ketika aku telah bersiap diri untuk berangkat ke rumah Tita sore ini, aku malah mendapati motor Honda Beat warna pink yang sedianya akan aku pakai malah tidak berada di garasi rumah. Baru menyadari bahwa motor itu sedang dipakai kakakku untuk mengantarkan ibuku membeli makan untuk buka puasa sore tadi. Menunggulah aku sembari berharap-harap cemas dengan rencanaku ke rumah Tita sore tadi. Sekitar 15 menit berlalu, suara klakson motor menjadi pertanda bahwa kakak dan ibuku telah kembali pulang ke rumah. Segera aku menuruni anak-anak tangga bergegas turun dari dalam kamar dan menuju ke luar. Benar saja, Honda Beat yang aku nantikan telah terparkir di tempat semula. Mengenakan kaos merah dan celana jeans hitam, aku pun mulai mengendarai motor tersebut sembari membawa bungkusan plastik hitam berisi brosur produk. Keluar dari rumah aku segera memulai perjalanan menuju ke arah selatan, rumah Tita menjadi tempat tujuan. Kondisi aspal jalan yang baru saja mengalami pengaspalan membuat perjalananku semakin nyaman. Selain bisa melaju kencang, laju kendaraanku pun tidak menemui aspal yang berlubang. Lancar-lancar saja untuk sampai di rumah Tita yang berlokasi di jalan Panembahan Rama. Lanjutkan membaca ‘Menemui Mbak Ririn, TITA Tidak Ada di Rumah’
Galeri Foto Pasoepati Solo Social Action 09.09.09
•9 September 2009 • 1 KomentarPasoepati Solo Social Action 09.09.09 (Buka Puasa Bersama)
•9 September 2009 • 1 KomentarHari ini menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati. Betapa tidak, karena hari ini Rabu 09/09/09 diadakan acara Pasoepati Solo Social Action. Acara tersebut memang sudah terdengar rencananya sejak beberapa minggu sebelumnya. Pelataran stadion Manahan menjadi tempat yang digunakan untuk menggelar sore tadi. Datang di lokasi acara sekitar pukul 4 sore, ternyata aku mendapati tidak adanya ratusan Pasoepati yang seperti aku duga. Langsung aku menemui Radite yang notabenenya adalah salah seorang panitia acara. Dari dalam bagasi mobil Radite, diambilah sebuah kaos merah yang kemudian diserahkan kepadaku. Kaos tersebut adalah kaos acara sore tadi yang juga aku memesannya. Segera aku lucuti kaos yang telah menempel di badanku dan aku ganti dengan kaos yang baru saja diserahkan oleh Radite. Dari Radite pula aku baru mengetahui bahwa kedatanganku ke pelataran stadion Manahan terhitung terlambat karena ratusan Pasoepati lainnya sebelumnya telah diberangkatkan untuk melakukan konvoi bersama mengelilingi jalan kota Solo. Lanjutkan membaca ‘Pasoepati Solo Social Action 09.09.09 (Buka Puasa Bersama)’

















Komentar Pengunjung